Langsung ke konten utama
Ngaji Kitab Al-Hifzh Ahammiyatuhu Ajaibuhu Thariqatuhu Asbabuhu Karya Syekh Abdul Qayyum bin Muhammad bin Nashir as-Shaibani (Muqaddimah)

Bismillahirrahmanirrahim...,



Pengantar

Masih jauh dari kata pantas penulis yang masih berkelimangan kepayahan dan lemah ini mengambil posisi sebagai pengantar bagi sebuah karya yang begitu mulia ini, bahkan masih sangat jauh dari kata layak jika harus memposisikan sebagai seorang pembahas, namun apapun itu bagi penulis bukanlah menjadi suatu yang layak pula untuk disesalkan dan menjadi penghalang bagi semangat penulis dalam berihtiar mengupayakan kemampuan semaksimal mungkin untuk sedikit demi sedikit memahami isi dan nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalam kitab yang mulia ini, dengan selalu memanjatkan puji dan syukur atas karunia yang diberikan Allah SWT. kepada penulis yang fakir ini, yang senantiasa selalu membutuhkan dan akan terus rela dan ridha selamanya menjadi fakir atas pertolongan-pertolongan dan petunjuk-petunjuk Allah SWT. Shalawat dan juga salam terus bergemuruh dalam dada, bersenandung melalui lisan penulis teruntuk Sang kekasih yang mulia, manusia sempurna dan terjaga, Nabi dan Rasul paripurna Sang pembawa cahaya nubuwah dan risalah untuk umat yang dikasihinya; Baginda Nabi Muhammad SAW., kepada keluarg dan sahabat-sahabatnya yang mulia, manusia-manusia pilihan bak bintang-bintang yang setia menyertai rembulan saat purnama yang dengannya kegelapan zaman sirna berganti zaman terang benderang.

Selanjutnya penulis akan selalu menyampaikan munajatnya untuk memohonkan pengampunan dan pahala yang melimpah untuk para Ulama' as-Shalihin, guru-guru, dan hususnya kepada Syekh Abdul Qayyum bin Muhammad bin Nashir as-Shaibani yang telah dengan ihlas mempersembahkan buah fikirannya untuk dicecap berkah dan kebermanfaatannya melalui kitab Al-Hifzh Ahammiyatuhu Ajaibuhu Thariqatuhu Asbabuhu yang dengannya mampu menjadikan penulis merasa sangat senang dan bangga kepada para pendahulunya, semoga dengan upaya sederhana yang akan penulis lakukan nanti mendapatkan bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT. anin amin ya rabbal alamin...,


Pada kesempatan ini penulis akan menyampaikan beberapa pembahasan berupa tema-tema yang ada di dalam kitab Al-Hifzh Ahammiyatuhu Ajaibuhu Thariqatuhu Asbabuhu karya Syekh Abdul Qayyum bin Muhammad bin Nashir as-Shaibani dengan cara mengutipkan redaksi teks dalam kitab aslinya kemudian memberikan arti dan sedikit menambahkan penjelasan singkat dari penulis yang dianggap perlu dengan menyesuaikannya kepada kebutuhan masyarakat pembaca saat ini dan dengan tetap tidak mengurangi kandungan maksud yang dikehendaki pengarangnya. semoga langkah kecil ini dapat menjadi sebuah pilihan yang baik untuk didiambil nilai kebermanfaatannya untuk para pembaca dan masyarakat pada umumnya.

Muqadimah Pengarang Kitab

الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على أفضل الأنبياء وسيد المرسلين نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين
Segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam serta berkah kepada Nabi yang paling mulia dan pemimpin para rasul, yaitu Nabi kita Muhammad SAW. kepada keluarganya dan para sahabatnya. Amin..,

 وبعد: فإن منزلة العلم لا تخفى، فهو من الشرف في المحل الأسمى، وله من الفضل الحظ الأوفى، والقدح المعلى 
Wa ba'du : Sesungguhnya kedudukan ilmu tidaklah tersembunyi lagi. Ilmu merupakan kemuliaan yang paling tinngi, keutamaan yang sempurna dan mempunya pengaruh yang tinggi bagi hati.

والأدلة على فضله كثيرة، آيات كريمة، وأحاديث شريفة، وآثار موقوفة، وأقوال منقولة
Dalil-dalil tentang keutamaan ilmu sangatlah banyak, baik ayat-ayat yang mulia maupun hadits-hadits yang agung, demikian juga atsar para sahabat dan pendapat-pendapat yang dinukil dari para ulama'.

 لكن العلم لا يحصل إلا بالحفظ، فمن حفظ المتون حاز الفنون، ومن لم يحفظ الأصول حُرم الوصول. فمنزلة الحفظ من العلم أرفع منزلة
Akan tetapi ilmu itu tidak akan diperoleh kecuali dengan menghafal. Barang siapa yang menghafal matan-matan kitab, dia akan mendapatkan materi dari bidang pelajarannya. Dan barang siapa yang tidak menghafal dasar-dasar pelajarannya, dia tidak akan sampai (kepada cabang-cabangnya). sehingga kedudukan menghafal ilmu merupakan kedudukan yang paling tinggi.


بل الحفظ شرط للعلم، والشرط ما يلزم من عدمه العدم، ولا يلزم من وجوده وجود ولا عدم
Bahkan menghafal itu merupakan syarat bagi ilmu. Sedangkan syarat adalah sesuatu yang jika tidak ada maka akan berkonsekuensi kepada tidak adanya hukum, namun adanya sesuatu tersebut tidak mesti berkonsekuensi bahwa hukumnya itu ada.

Ummu Abbas penerjemah kitab ini telah menambahkan keterangannya sebagai berikut; "seperti menutup aurat, merupakan syarat sahnya shalat. Sehingga, bila seseorang shalat tanpa menutup aurat, maka shalatnya tidak sah. Misalnya, orang sudah menutup aurat belum tentu ia hendak menjalankan shalat.

ولما كان للحفظ هذه المكانة، وتلك الأهمية، كتبت هذه الوريقات حثا لنفسي وإخواني طلاب العلم على حفظ العلم 
Karena demikian tinggi kedudukan dan pentingnya menghafal, saya menulis lembaran-lembaran ini untuk memberi dorongan semangat bagi diriku serta saudar-saudaraku para penuntut ilmu untuk menghafal ilmu.

فأسأل الله عز وجل أن يجعل هذا العمل خالصًا لوجهه الكريم
Saya memohon kepada Allah SWT. agar menjadikan amalan ini ihlas karena wajah-Nya yang mulia.

 : وقد جعلت هذا البحث في فصول تحتها مباحث، وإليك التفصيل
Dan saya jadikan pembahasan ini terdiri dari pasal-pasal yang mencakup pembahasan-pembahsan yang penting, berikut ini perinciannya:

الفصل الأول: أهمية الحفظ
الفصل الثاني: عجائب الحفظ

Pasal pertama : Pentingnya Menghafal
Pasal kedua : Keajaiban-keajaiban Menghafal
المبحث الأول: عجائب في سرعة الحفظ
المبحث الثاني: عجائب في قوة الحفظ
المبحث الثالث: عجائب في كثرة المحفوظ

Bahasan pertama : Keajaiban-keajaiban dalam kecepatan menghafal
Bahasan kedua : Keajaiban dalam kekuatan hafalan
Bahasan ketiga : Keajaiban-keajaiban dalam banyaknya hafalan

الفصل الثالث: طريقة الحفظ
الفصل الرابع: أسباب الحفظ

الأول: الدعاء
الثاني: ترك المعاصي
الثالث: الاهتمام
الرابع: التعود
الخامس: العمل به
السادس: اختيار الوقت المناسب
السابع: الحفظ في الصغر
الثامن: المراجعة
Pasal ketiga : Metode MenghafalPasal keempat : Sebab-bebab Adanya hafalan
  1. Do'a
  2. Meninggalkan maksiat
  3. Memiliki perhatian
  4. Membiasakan diri
  5. Mengamalkannya
  6. Memilih waktu yang sesuai
  7. Menghafal pada waktu masih kecil
  8. Mengulang-ulang hafalan (Muraja'ah)
هذا ما تيسر ذكره، وأسأل الله جل جلاله أن يوفقنا لحسن العمل، والجد في الطلب واستغلال الوقت
Inilah pembahasan yang mudah penyebutannya. Saya memohon kepada Alla SWT. agar memberikan taufiq kepada kita untuk kebaikan amalan, kesungguhan dalam menuntut ilmu, serta memanfaatkan waktu.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al-Qur'an Shahih li Kulli Zaman wa Makan (Sebuah Muqadimah Kajian Al-Qur'an) Guru kami Syaikh Manna Al-Qaththan di dalam kitabnya "Mabahits fii Ulumil Qur'an" menyampaikan; Di antara kemurahan Allah terhadap manusia, adalah bahwa Dia tidak saja menganugerahkan fitrah yang suci yang dapat membimbingnya kepada kebaikan, bahkan dari masa ke masa mengutus seorang rasul yang membawa kitab sebagai pedoman hidup dari Allah, mengajak manusia agar beribadah hanya kepada-Nya semata. menyampaikan kabar gembira dan memberikan peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah datangnya para rasul. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Rasul-rasul (yang telah kami utus itu), semuanya membawa kabar gembira (kepada orang-orang yang beriman), dan pembawa peringatan (kepada orang-orang yang kafir dan yang berbuat maksiat), supaya tidak ada bagi manusia suatu hujah (atau alasan untuk berdalih pada hari kiamat kelak) terhadap Allah s...